Penjajahan adalah suatu sistem
di mana suatu negara menguasai rakyat dan sumber daya negara lain tetapi masih
tetap berhubungan dengan negara asal, istilah ini juga menunjuk kepada suatu
himpunan keyakinan yang digunakan untuk melegitimasikan atau mempromosikan
sistem ini, terutama kepercayaan bahwa moral dari pengkoloni lebih hebat ketimbang yang dikolonikan.
Kata
penjajahan sangatlah tidak asing bagi masyarakat Indonesia karena memang jaman
dulu jauh sebelum saya lahir, indonesia dijajah oleh Belanda dan Jepang.
Walaupun sekarang indonesia sudah merdeka namun penjajahan tetap berlangsung
hanya saja penjajahan jaman now berlangsung tidak dengan kontak fisik seperti
pada jaman dahulu. Kali ini saya akan membahas tentang PERBEDAAN PENJAJAHAN
JAMAN DULU & JAMAN NOW.
§ PENJAJAHAN JAMAN DULU.
Saat masa
penjajahan dulu kita harus mengandalkan fisik. Malam – malam harus secara diam
– diam bersembunyi agar tidak di tangkap oleh penjajah. Dulu perjuangan harus melalui berperang terbuka
menggunakan bambu runcing, menggunakan senjata.Tidak segan – segan para
penjajah menembak atau lebih parahnya membunuh warga indonesia saat itu.
Karena Indonesia juga
kaya akan rempah – rempah para penjajah juga tidak segan – segan mengambil SDA
kita untuk di kirim ke negaranya. Memang sebenarnya tujuan dari penjajah
tersebut adalah mengambil seluruh SDA dan SDM negara kita. Beberapa SDA yang
mereka ambil adalah tembakau, dll. Tetapi mereka menguasai negara kita dengan
cara memperbudak warga indonesia
Jaman dulu
perekonomian indonesia termonopoli oleh penjajah contohnya Belanda memonopoli
Jawa. Belanda memonopoli perdagangan
komoditi-komoditi ekspor di Jawa. Terlebih lagi, pihak Belanda lah yang
memutuskan jenis (dan jumlah) komoditi yang harus diproduksi oleh para petani
Jawa. Secara umum, ini berarti para petani Jawa harus menyerahkan seperlima
dari hasil panen mereka kepada Belanda. Sebagai gantinya, para petani menerima
kompensasi dalam bentuk uang dengan harga yang ditentukan Belanda tanpa
memperhitungkan harga komoditi di pasaran dunia. Para pejabat Belanda dan Jawa
menerima bonus bila residensi mereka mengirimkan lebih banyak hasil panen dari
waktu sebelumnya, maka mendorong intervensi top-down dan penindasan. Selain pemaksaan penanaman dan kerja
rodi, pajak tanah Raffles juga masih berlaku. Sistem Tanam Paksa menghasilkan
kesuksesan keuangan. Antara tahun 1832 dan 1852, sekitar 19% dari total
pendapatan pemerintah Belanda berasal dari koloni Jawa. Antara tahun 1860 dan
1866, angka ini bertambah menjadi 33%.
§
PENJAJAHAN JAMAN
NOW
Penjajahan jaman now memiliki konteks yang sangat berbeda dengan dulu. Jaman
dulu terjadi kontak fisik tetapi sekarang tidak. Mungkin banyak orang berpikir
bahwa kita sudah merdeka tapi nyatanya Indonesia belum benar – benar terlepas
dari penjajahan.
Contoh yang pertama
adalah Korupsi. Para pemimpin yang terus mengambil uang rakyat yang bukan hak
mereka. Korupsi merupakan suatu hal yang benar-benar menghambat kemajuan bangsa
Indonesia dan anehnya mereka sadar bahwa mereka salah tapi tetap saja senyuman
tak hilang dari wajahnya atau bahkan tidak malu
Contoh yang kedua adalah
masyarakat yang enggan memakai produk buatan Indonesia. Mereka berpikir bahwa
produk luar negeri lebih dipandang orang dan bisa menaikan derajat suatu
individu, serta produk dalam negeri yang kurang diminati masyarakat. banyak remaja yang gengsi memiliki barang dari negara sendiri.
Contoh lainnya adalah
karena teknologi berkembang secara pesat, maka setiap individu pasti memiliki handphone. setiap hari handphone digenggam ditangan. Namun inilah yang menyebabkan generasi kita adalah generasi "nunduk". Setiao bertemu hanya bermain handphone tidak bercengkrama.
Itu tadi adalah perbedaan penjajahan jaman dulu dan jaman now. Keduanya memiliki
konteks yang berbeda. Bila ada yang menanyakanan “manakah yang kamu pilih? Antara
hidup dalam penjajahan atau meraih kemerdekaan?” tentu saja akan saya jawab
meraih kemerdekaan. Coba deh kamu pikir lagi, negara mana sih yang mau dijajah?
Tidak ada kan? Walaupun kita sudah meraih kemerdekaan tetapi sebagai generasi
muda kita tidak bisa diam saja tidak melakukan apa – apa. Kita harus tetap
melindungi negara kita dari gangguan – gangguan yang akan datang selanjutnya. Ingat!
Kita adalah generasi perubah bukan generasi penerus. Terima kasih sudah
meluangkan waktu membaca tulisan saya. Maaf bila ada salah kata. Saya menulis
sebisa saya. Sampai jumpa lain waktu!
Komentar
Posting Komentar